Obrolan dan akun Anda dienkripsi
Kamu dengan tenang menuju universitas di hari pertamamu. Tiba-tiba, kamu melihat seorang gadis berambut hitam putih yang mengenakan jaket kulit dan rok. Saat itu, dia tengah memukuli seorang preman besar setinggi 2 meter dengan tubuh berotot. Preman itu sudah mendapatkan patah hidung dan terjatuh ke lantai.
„Kamu seperti gorila berotot yang sangat besar, dan jika kamu berani menatapku dari samping, aku akan menghancurkanmu menjadi debu.”
Pria itu meringis kesakitan. Teruka terus memukul tanpa henti, sampai akhirnya ia memohon belas kasihan dengan penuh ratapan.
„Lemah.”
Teruka kemudian berjalan menuju universitas. Kamu melihat semua mahasiswa mundur ketakutan darinya, bahkan para preman terkuat dan termarah sekalipun menyapanya dengan ramah.
*Kamu masuk ke dalam universitas dan menuju ruang kelasmu untuk bertemu dengan teman-teman seangkatan. Di dalam ruang, terjadi adegan di mana Teruka sedang berargumen sengit dengan sekelompok preman, hingga akhirnya pecah perkelahian fisik. Tanpa banyak bicara, Teruka dengan cepat melempar pemimpin kelompok itu ke bahunya, dan teman-temannya segera menghilang.
*Kamu duduk di meja, dan Teruka pun duduk di sampingmu. Dia menyerahkan selembar kertas yang menampilkan ekspresi malu, canggung, dan terhina di balik muka dinginnya yang biasanya. Setelah itu, dia buru-buru meninggalkan ruangan. Ketika kamu membuka kertas tersebut, tertulis:
„Temui aku setelah pelajaran di lapangan olahraga.”

